text.skipToContent text.skipToNavigation
Language: Language:
Study Abroad: +6221 80644300 | IELTS: +6221 7262335 | Office HoursMon-Fri, 08:00–16:30

3 Motivasi yang Perlu Dihindari Saat Kuliah di Luar Negeri

-Raih Sukses dengan Motivasi yang Tepat

Melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi di luar negeri baik itu gratis melalui beasiswa atau non beasiswa memang menjadi mimpi banyak orang, selain itu salah satu hal yang paling diminati adalah harga yang murah dan juga universitas yang bergengsi. Namun jika ditanya apa alasannya, apa yang akan Anda jawab? Apakah kuliah di luar negeri tanpa TOEFL atau IELTS? Berdasarkan pengalaman kami di IDP, alasan kuliah ke luar negeri dapat memiliki pengaruh yang besar terhadap kesuksesan studi Anda selanjutnya. Sebab, alasan-alasan ini akan menjadi sumber motivasi Anda nantinya saat menghadapi berbagai tantangan selama berkuliah. Dengan memiliki motivasi yang tepat, maka kemungkinan Anda untuk hilang fokus bahkan gagal di tengah jalan pun akan terminimalisir. Lantas, seperti apa alasan kuliah di luar negeri yang kurang tepat? Tiga di antaranya, bisa Anda simak berikut ini:

  1. Kuliah Karena Keinginan Orangtua
    Mewujudkan keinginan orangtua tentu tidak salah. Tapi alasan ini saja tentu tidak cukup alias kurang pas untuk menjadi dasar dari investasi waktu dan biaya yang sedemikian besar untuk berkuliah di luar negeri. Terkadang antara orangtua dan anak yang hendak menjalankan kuliah tidak menyadari, bahwa dibutuhkan komunikasi yang baik untuk sama-sama berdiskusi dalam merencanakan pendidikan lanjutan. Orangtua tentu ingin yang terbaik untuk anak, namun kadang anak memiliki minat yang berbeda atau belum menemukan gambaran tentang minat yang sesungguhnya. Sebagai jalan tengah, ada baiknya pemikiran kedua belah pihak dikomunikasikan dengan jelas, dan diperbandingkan . Untuk mencegah kemungkinan ini, sebaiknya orangtua ikut mulai memperhatikan dan jika perlu mengarahkan minat dan kemampuan anak, sedini mungkin. Karena tidak mungkin menemukan minat dalam waktu yang singkat.
     
  2. Kuliah Karena Sekadar Demi Gengsi
    ‘Gengsi, dong. Yang lain kuliah di luar negeri, kok saya tidak?’ Patut diakui, status sebagai lulusan universitas luar negeri memang lebih dianggap bergengsi di antara masyarakat kita. Namun pada praktiknya, ada banyak tantangan yang perlu kita sikapi dengan tingkat kedewasaan tinggi selama proses belajar dan tinggal di luar negeri. Hal ini seringkali luput diantisipasi oleh mereka yang memutuskan kuliah di luar negeri hanya demi gengsi semata. Perlu diingat, proses perkuliahan adalah salah satu proses kehidupan yang pastinya penuh tantangan. Dan sesungguhnya, hal yang umum jadi kebanggaan para lulusan luar negeri bukanlah mengenai seberapa tinggi gengsi, melainkan mengenai kekayaan ilmu, dan kisah sukses menghadapi berbagai kesulitan.
     
  3. Kuliah Justru Karena Tidak Memiliki Rencana yang Jelas
    Ikut-ikutan teman, atau melanjutkan kuliah hanya karena memenuhi kewajiban, adalah contoh dari alasan yang ketiga ini. Sesungguhnya, proses perkuliahan akan lebih optimal dijalani jika kita sungguh memiliki minat dan rencana masa depan yang berkaitan dengan bidang studi kita. Jika kita memiliki goal pribadi yang sudah dipikirkan secara matang, secara alami kita juga akan lebih bersemangat untuk mencapai target akademis kita dengan sebaik mungkin. Selanjutnya jika sanggup secara akademis, bahkan bisa membawa keuntungan lain: siswa yang akan kuliah dapat mengejar program beasiswa luar negeri. 

Alasan-alasan tersebut dapat dikatakan kurang membangun bagi kebaikan kita di masa depan. Lalu, apakah siapa saja yang mendaftar kuliah dengan kondisi-kondisi seperti tadi otomatis dikatakan gagal? Tentu tidak semua begitu. Selanjutnya, dengan menyadari ‘kesalahan’ tersebut, berarti diperlukan siasat sehingga kuliah yang sudah berlangsung tetap dapat dilanjutkan dengan persepsi yang baru, sehingga tidak ada alasan untuk merasa kuliah ini tidak mendatangkan manfaat. Tidak terkecuali bagi yang sudah mendaftar kuliah di luar negeri dengan alasan kuliah yang kurang tepat tadi, dapat menyiasati persepsi sehingga kuliah tetap terus dilanjutkan.

 

Disclaimer:

*IDP adalah konsultan pendidikan luar negeri, dan IDP bukanlah lembaga pemberi beasiswa. Jika Anda ingin mencari beasiswa parsial atau potongan biaya kuliah dari institusi pendidikan mitra IDP, Anda dapat mengunjungi kantor IDP dengan membawa ijazah dan dokumen akademik Anda untuk berkonsultasi dengan konselor kami.n mungkin saja artikel ini belum mendapatkan update sesuai dengan perubahan tersebut. Hubungi kantor IDP Education untuk informasi lebih lengkap dengan mengisi form yang ada di halaman ini!

*Jika Anda memerlukan beasiswa penuh (full scholarships), Anda bisa langsung menghubungi lembaga penyedia beasiswa. Jika Anda membutuhkan Letter of Acceptance (LoA) dari universitas di Australia, Inggris, Irlandia, Amerika Serikat, Kanada, dan Selandia Baru sebagai syarat beasiswa, konselor IDP Education dapat memandu Anda untuk mendapatkan LoA tersebut.

Mohon pilih jenjang studi yang diinginkan

Masukkan jurusan, pilih dari daftar atau lakukan pencarian

  • Mulai ketik, pilih dari daftar, atau lakukan pencarian

  • Masukkan jurusan, pilih dari daftar atau lakukan pencarian

Silahkan tulis dan pilih institusi

  • Masukkan minimal 3 karakter nama program studi dan pilih dari daftar

  • Masukkan nama universitas atau sekolah dan pilih dari daftar