text.skipToContent text.skipToNavigation
Language: Language:
Call us: +62 21 806 44 300 | Office Hours: Mon to Fri 08:00 – 16:30 (Jakarta Time)

Tips Mencari Pekerjaan

Bekerja selama dan setelah studi

Jika Anda salah satu siswa yang mencari peluang kerja paruh-waktu, dengan status sudah hampir lulus atau baru saja lulus, Anda mungkin ingin tahu apa cara terbaik untuk memulai karier Anda di tengah pasar kerja yang sangat kompetitif.

Bekerja sebagai siswa

Status pelajar internasional diperoleh dengan ‘label harga’ yang cukup mahal. Itulah sebabnya sebagian besar siswa menyeimbangkan pekerjaan paruh-waktu di samping belajar. Berikut beberapa tips saat mencari kerja yang sifatnya paruh waktu atau santai:

1. Batasan dalam jam kerja

Periksa persyaratan dan ketentuan visa Anda, serta pastikan total jam yang Anda dapat gunakan untuk bekerja selama semester berjalan atau saat libur semester. Anda dapat bekerja di dalam maupun di luar kampus. Selain itu, jangan lupa pikirkan bagaimana triknya untuk menyeimbangkan kerja dengan studi agar tak mempengaruhi nilai Anda!

2. Ketahui hak Anda

Pelajari upah minimum di area Anda dan pastikan bahwa Anda mengetahui hak-hak karyawan, seperti cuti, jam istirahat, serta kesehatan dan keselamatan.

3. Ikut terlibat

Selain nilai yang baik, kebanyakan perusahaan menghargai pelajar yang ikut terlibat dalam beragam kegiatan ekstrakurikuler, memiliki pengalaman kerja yang terkait, dan menunjukkan pengalaman memimpin.

4. Selalu mencari

Buka mata dan telinga Anda lebar-lebar untuk lowongan kerja. Ini mungkin termasuk lowongan di restoran cepat saji, toko baju dan kafe.

5. Sempurnakan ketrampilan interpersonal

Ketrampilan verbal dan non-verbal adalah beberapa faktor signifikan yang jadi pertimbangan saat wawancara kerja. Mulailah melatih ketrampilan interpersonal Anda dengan cara-cara seperti menjadi sukarelawan, bergabung dengan klub, berpartisipasi dalam workshop, dan mengikuti seminar. Sifat-sifat seperti kepemimpinan, penyelesaian masalah, dan komunikasi efektif akan serta merta terlihat dalam respon-respon Anda sepanjang setiap wawancara.

6. Stop harapan yang tidak realistis

Jaga harapan Anda agar tetap realistis. Jangan berkecil hati dengan beberapa persoalan pada awalnya. Percayalah dengan diri sendiri, dan terus gigih mencoba. Para ahli dalam pengembangan karier percaya bahwa pelajar atau lulusan baru lebih berkonsentrasi mencari pekerjaan "sempurna", dibandingkan dengan pekerjaan yang memberikan bekal yang baik untuk memulai di bidang baru. Bersikaplah praktis, pahamilah bahwa meskipun pekerjaan tersebut belum sempurna untuk Anda, jabatan pertama Anda dapat menjadi peluang besar untuk belajar dan mengembangkan ketrampilan baru

7. Serius saat menghadapi wawancara kerja

Berusahalah untuk tetap profesional selama wawancara kerja, bahkan ketika Anda sedang mengajukan permohonan untuk pengalaman kerja yang tidak dibayar. Pelajari perusahaan tempat Anda melamar dan pakailah pakaian yang sesuai untuk wawancara tersebut. Usahakan datang lebih awal dan siapkan jawaban ringkas dan sederhana untuk poin-poin umum yang mungkin ditanyakan. Misalnya, "Mengapa Anda ingin bergabung dengan perusahaan ini?", "Di mana Anda melihat diri Anda lima tahun dari sekarang?"

8. Datangi secara langsung dengan resume Anda

Unit-unit usaha kecil pada umumnya mengharapkan calon pekerja untuk datang langsung, menelepon, atau menanyakan lowongan lewat email. Jika Anda sedang mencari pekerjaan di bidang perhotelan atau ritel, paling baiknya langsung saja dekati calon perekrut Anda. Bawa serta resume Anda dan bersiaplah untuk bicara tentang ketrampilan, pengalaman, dan kapan Anda bersedia bekerja. Perhatikan juga jendela kafe-kafe dan toko-toko, siapa tahu ada iklan lowongan kerja yang dipasang di jendela mereka.

Tips: Pikirkanlah baik-baik mengenai waktu yang tepat untuk membawa resume Anda ke tempat bisnis berbasis jasa dan retail. Anda tentu ingin bicara dengan nyaman dengan atasan atau manager dalam waktu yang lebih senggang. Jadi, jangan pergi saat jam makan siang!

Bekerja setelah lulus

Buka pintu peluang dengan cara membuat rencana sebelum waktunya dan menghubungi calon pemberi kerja dengan gaya yang cerdas dan profesional. Berikut adalah beberapa kiat:

1. Jadilah produktif

Coba hindari duduk berpangku tangan, dan sebaliknya rencanakan usaha-usaha Anda melamar kerja. Buat daftar berisi target lima hingga sepuluh perusahaan dan periksa situs-situs mereka untuk mencari jika ada lowongan kerja.

2. Buat jejaring sosial

Sangatlah penting untuk memperbanyak kenalan selama Anda studi untuk memperluas jejaring koneksi. Hal ini akan sangat berguna saat Anda keluar dan mencari pekerjaan. Anda dapat mulai dengan cara bergabung dengan komunitas, menjadi bagian dari pertemuan dan workshop, di dalam atau di luar kampus Anda.

3. Berhenti menggunakan format resume yang terlalu umum

Cobalah meninggalkan kesan sekuat mungkin dengan menggunakan format resume yang unik dan dipersonalisasi. Dengan cara ini, para perekrut tak akan merasa bosan saat mempertimbangkan lamaran Anda yang menonjol dibandingkan pelamar lainnya. Cobalah untuk menunjukkan kepribadian asli dan semangat kerja Anda, sembari tetap bersikap profesional. Dibandingkan menulis biografi yang membosankan, Anda juga dapat mencoba menulis resume yang disesuaikan langsung pada calon perekrut, dan yang akan lebih menyenangkan bagi mereka untuk dibaca.

4. Bangun brand Anda

Anda mungkin ingin menciptakan persona daring sebelum menghubungi calon pemberi kerja. Buat semua profil sosial media Anda lebih profesional. Jika bisa, unggahlah artikel atau status pendek (jika Anda tidak terlalu suka menulis) yang berhubungan dengan bidang Anda agar dapat memberi kesan baik ke calon perekrut Anda.

5. Optimalkan pencarian

Sebagian besar lulusan baru tidak menggunakan cara paling efektif untuk mencari lowongan kerja secara online. Ada banyak portal pencarian kerja atau jaringan profesional seperti LinkedIn, AngelList, Indeed, Seek, dll., yang dapat Anda gunakan untuk mencari kerja pertama kali.

6. Ajukan permohonan kerja ke perusahaan besar via situs mereka

Perusahaan besar yang mempekerjakan banyak staf paruh-waktu pada berbagai macam posisi cenderung menggunakan sistem lamaran kerja secara online. Informasi tentang rekrutmen bisa jadi sulit ditemukan - jika tidak dilabeli 'karier' atau 'pekerjaan' di halaman situs mereka. Anda boleh mencari informasi tentang lowongan kerja di bagian 'tentang kami' atau bahkan bagian 'berita.

7. Tindak lanjuti aplikasi

Jangan terus menerus mengirimkan resume dan hanya menunggu jawaban. Coba untuk menindaklanjuti setiap aplikasi dengan email atau panggilan untuk memberi tahu perekrut bahwa Anda sungguh tertarik. Namun, pastikan bahwa Anda tidak sampai ke titik dimana Anda menggangu perekrut.

8. Gunakan pusat karier di universitas

Hubungi pusat dukungan karier di univeristas Anda, dan dapatkan akses ke lowongan kerja, bursa kerja, bantuan resume, dan workshop terkait dengan pencarian kerja. Beberapa sekolah juga terkadang membuat acara yang mengundang pakar industri datang dan memberikan panduan tentang lingkup bidang dan bagaimana Anda dapat bekerja di perusahaan atau organisasi terkemuka.

9. Mulailah lebih awal, dapatkan pekerjaan sebelum semester berakhir

Mulailah mencari kerja lebih awal karena proses ini akan memakan lebih banyak waktu daripada yang Anda kira. Jadi, saat Anda masih menjalani semester terakhir, mulailah mencari dan dapatkan lowongan sebelum semester berakhir. Dengan ini, Anda dapat mulai bekerja setelah Anda lulus. Jangan lupa untuk mencari tahu tentang status visa dan proses visa kerja juga ya!

10. Perluas cakrawala

Jangan biarkan lokasi atau gelar membatasi kesempatan kerja Anda. Tetap terbuka untuk pekerjaan yang merekrut karyawan internasional, bahkan ketika perusahaan tersebut terletak di kota atau negara lain. Jangan ragu untuk melamar pekerjaan yang mungkin tidak sesuai dengan bidang studi Anda, tetapi sangat menarik dan membuat Anda bersemangat.

Di samping semua tips di atas, para ahli pengembangan karier percaya bahwa sikap yang baik secara umum dapat membantu Anda mendapatkan pekerjaan yang baik. Meskipun ketrampilan teknis diajarkan di universitas, banyak perusahaan mencari lulusan baru dengan energi dan semangat - kualitas ini tidak dapat dipelajari dari buku teks!

Silakan pilih level kualifikasi

Masukkan jurusan dan pilih dari daftar

  • Masukkan minimal 3 karakter nama program studi dan pilih dari daftar

  • Masukkan jurusan dan pilih dari daftar

Silahkan tulis dan pilih institusi

  • Masukkan minimal 3 karakter nama program studi dan pilih dari daftar

  • Masukkan nama universitas atau sekolah dan pilih dari daftar