text.skipToContent text.skipToNavigation
Language: Language:
Call us: +62 21 806 44 300 | Office Hours: Mon to Fri 08:00 – 16:30 (Jakarta Time)

Mengelola Stress  

Jangan biarkan stres Anda berlarut-larut, tips berikut ini dapat membantu Anda mengatasinya dan merasa lebih baik!

Selama perjalanan studi Anda di luar negeri, merasa tertekan atau rindu rumah adalah yang hal yang sangat normal. Terkadang, Anda membutuhkan sedikit bantuan - dan itu bukanlah hal yang buruk. Dibandingkan dengan pelajar domestik, riset telah membuktikan bahwa pelajar internasional rawan menemui tantangan serta mengalami stress ketika tinggal di tempat yang sangat jauh dari rumah.

Berangkat dari situ – mari kita bahas kesehatan mental! 

3 pemicu stress yang sering dialami oleh pelajar internasional:  

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Forbes-Mewett & Sawyer di Australia, para pelajar internasional diwawancarai tentang tekanan transisional yang mereka hadapi ketika menyesuaikan diri dengan kehidupan di rumah baru mereka. Banyak dari jawabannya berlaku untuk semua tujuan studi kami: 

1. Culture shock & tekanan hidup di luar kampus: 

Setelah tiba, banyak pelajar internasional menghadapi gegar budaya (atau 'culture shock') dan serangkaian tanggung jawab baru - seperti hambatan bahasa, pencarian akomodasi, menemukan teman serumah, membayar sewa, belajar mengelola rumah tangga - dan ini semua belum termasuk belajar! 

Para siswa juga melaporkan bahwa mereka awalnya punya kekhawatiran tentang hambatan bahasa Inggris saat bergaul, menyuarakan pendapat saat tugas kelompok, dan/atau saat memanfaatkan layanan perawatan kesehatan (karena kekhawatiran tentang miskomunikasi). 

2. Tekanan finansial & akademik: 

Selain tekanan untuk mengelola anggaran, pelajar internasional juga harus menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik, gaya belajar, dan struktur silabus yang baru. 

Beberapa pelajar - terutama mereka yang menerima dukungan finansial dari rumah - melaporkan tekanan kuat untuk berhasil atau mencapai kesuksesan akademis saat belajar di luar negeri. Pelajar yang merasa nilai akademik mereka 'di bawah ekspektasi' melaporkan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi, dan yang pada akhirnya menghasilkan nilai yang lebih buruk.  

3. Merasa homesick 

Merindukan rumah pada awal mula belajar di negara studi yang baru adalah hal yang normal, dan Anda mungkin akan mengalami beberapa pengalaman berikut: 

  • Suasana hati yang buruk 
  • Kecemasan 
  • Tidak termotivasi 
  • Merasa tidak diterima 
  • Merasa tidak sehat 
  • Kangen rumah 
  • Merasa semuanya asing 
  • Merasa hidup baru tidak memenuhi harapan 
  • Kesepian  
     

Jangan biarkan hal ini berlarut tanpa diatasi. 5 tips berikut patut dicoba untuk mengelola stres dengan lebih baik dan membuat Anda bisa merasa lebih lega:

1. Bangun persahabatan dengan teman-teman baru di negara belajar Anda 

Bangun jaringan sosial Anda atau seringlah bertukar cerita dengan para pelajar internasional yang mengalami masalah serupa. Gunakan situs/aplikasi jejaring sosial seperti Meet Up untuk menemukan perkumpulan mahasiswa internasional atau orang-orang di kota Anda yang memiliki hobi serupa. 

2. Hubungi orang-orang terdekat Anda  

Bicara dengan sahabat, keluarga, dan orang terdekat Anda memang bisa sangat menolong untuk mencari perspektif baru serta mengusir rasa kesepian. Namun, ingat untuk jangan terlalu sering menghubungi rumah – karena lebih baik Anda lebih memusatkan perhatian pada proses yang sekarang sedang berjalan sebagai seorang pelajar internasional.

Usahakan untuk: 

  • Menjadwalkan sesi Skype mingguan/bulanan dengan keluarga atau teman  
  • Bepergian dan membeli hadiah untuk dikirim ke rumah 
  • Menulis email atau postcard
  • Kurangi konsumsi media sosial untuk sementara 
  • Lebih terbuka untuk menikmati berbagai pengalaman baru di negara tujuan

3. Kenali kota baru Anda 

Berusahalah untuk mengenal lingkungan baru dan keseruan yang terjadi di kota baru Anda. Setelah mampu beradaptasi, Anda dapat mengurangi kecemasan atau kesepian. Jika Anda pernah terlibat dalam klub, kegiatan rohani, atau grup tertentu di negara asal, cari tahu apakah kegiatan yang sama tersedia di lingkungan baru Ada.  

Lakukan sedikit riset tentang lingkungan baru Anda dan temukan beberapa tempat yang menarik untuk dijejalahi - sepuluh kedai kopi terbaik di kota, lokasi favorit para seniman lokal, atau tempat-tempat yang dapat Anda datangi untuk mencari udara segar. Buat daftar dan tantang diri untuk memenuhi semuanya sebelum kembali ke tanah air. Baca juga: Hal yang bisa dilakukan di negara tujuan Anda .

4. Berolahraga secara teratur, makan sehat, dan mengurus diri dengan baik 

Olahraga akan meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Jadi, siapkanlah sepatu lari Anda, makan makanan yang bergizi, dan istirahat dengan baik.  

5. ‘Curhat’ dengan orang yang dipercaya   

Anda mungkin merasa tertekan saat dituntut untuk bersikap positif tentang seluruh pengalaman belajar di luar negeri, terutama jika Anda mempunyai ekspektasi yang terlalu tinggi, atau merasa perlu untuk terlihat bahagia ketika berbicara dengan orang-orang di rumah. Namun, jangan pernah malu karena merasa rindu pada suasana rumah. Hal ini wajar dan umum terjadi pada semua orang. Oleh karena itu, sebaiknya Anda lebih terbuka saat membicarakan persoalan Anda pada orang yang benar-benar dipercaya. Dengan curhat dan mengetahui sudut pandang baru, tak hanya membuat Anda merasa lebih baik, bahkan Anda juga bisa mendapatkan solusi yang tak terpikirkan sebelumnya.

Mintalah bantuan dariprofesional jika Anda perlu bantuan dalam mengatasi masalah. Berbagai individu dan organisasi siap memberi dukungan untuk mereka yang mengalami masalah mental.  

Silakan pilih level kualifikasi

Masukkan jurusan dan pilih dari daftar

  • Masukkan minimal 3 karakter nama program studi dan pilih dari daftar

  • Masukkan jurusan dan pilih dari daftar

Silahkan tulis dan pilih institusi

  • Masukkan minimal 3 karakter nama program studi dan pilih dari daftar

  • Masukkan nama universitas atau sekolah dan pilih dari daftar