Australia akan mempertahankan kuota 295.000 mahasiswa internasional baru yang mulai kuliah di 2027.
Pemegang paspor negara ASEAN yang memenuhi syarat tetap membayar biaya pengajuan visa pelajar yang lebih rendah, yaitu AUD 2.050, dibandingkan dengan biaya umum sebesar AUD 2.500.
Pelajar dari Asia Tenggara tetap bisa membawa anggota keluarga yang memenuhi syarat selama masa studi, dan tidak terkena pembatasan baru bagi tanggungan yang berlaku secara umum.
Asia Tenggara tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah Australia. Sebelumnya, universitas-universitas di Australia juga mendapatkan tambahan kuota untuk meningkatkan kerja sama dan hubungan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Jika sempat ragu dengan peluangmu untuk kuliah di Australia, ada kabar baik untukmu, terutama bagi pelajar dari Asia Tenggara.
Pemerintah Australia akan mempertahankan kuota mahasiswa internasional sebanyak 295.000 untuk 2027.
Sebagai pelajar dari negara ASEAN, kamu juga akan membayar biaya pengajuan visa pelajar yang lebih rendah dibandingkan tarif umum yang telah diperbarui.
Per 1 Juli 2026, biaya pengajuan visa pelajar secara umum naik dari AUD 2.000 menjadi AUD 2.500. Tapi, kamu dibebaskan dari kenaikan penuh sebesar 25% jika memegang paspor dari negara ASEAN, salah satunya Indonesia.
Sebagai gantinya, pelajar dari Asia Tenggara membayar biaya yang lebih rendah, yaitu AUD 2.050, yang sudah termasuk penyesuaian berdasarkan inflasi.
Sementara itu, Australia akan tetap menerima 295.000 mahasiswa internasional baru pada 2027, sama seperti National Planning Level (NPL) pada 2026.
Pemerintah menjelaskan bahwa NPL bukan merupakan batas atau pembatas jumlah mahasiswa, tetapi digunakan untuk menentukan priortias dalam pemrosesan visa studi. Artinya, pelajar yang memenuhi persyaratan visa pelajar Australi tetap dapat mengajukan visa.
Mempersiapkan diri lebih awal akan memudahkan kamu, terutama untuk menyelesaikan proses aplikasi, mengatur akomodasi, atau menentukan jalur studi. Konsultan pendidikan IDP bisa membantumu membandingkan institusi, memahami situasi visa pelajar terbaru, dan merencanakan aplikasi tanpa biaya.
Pelajar dari negara-negara ASEAN diperkirakan akan dibebaskan dari pembatasan umum yang baru terkait membawa anggota keluarga sebagai tanggungan selama masa studi.
Hal ini menjadi pengecualian dari perubahan yang lebih luas yang diumumkan pada September 2026, yang secara umum akan membatasi anggota keluarga untuk ikut dalam visa pelajar atau visa lulusan.
Namun, ketentuan visa khusus tetap memungkinkan anggota keluarga yang memenuhi syarat untuk ikut, bagi pelajar dari negara-negara ASEAN dan Pasifik, serta pelajar dari program studi tertentu seperti PhD.
Jika sebelumnya kamu merasa ragu untuk kuliah di Australia, kamu tidak sendirian. Berita tentang visa pelajar dan imigrasi Australia dalam beberapa tahun terakhir membuat sebagian pelajar merasa tidak yakin dengan persyaratan visa, batas pendaftaran, dan peluang mereka untuk kuliah di Australia.
Tapi, situasinya sekarang terlihat lebih jelas, dengan pemerintah yang meningkatkan kuota sebesar 9% pada 2026 dan memutuskan untuk mempertahankannya di angka 295.000 apda 2027.
Dan jika kamu berasal dari Asia Tenggara, perubahan ini menjadi salah satu tanda bahwa Australia menyambut kehadiranmu. Universitas-universitas mendapatkan insentif dan tambahan alokasi mahasiswa untuk:
meningkatkan kerja sama dengan Asia Tenggara, dan
menyediakan akomodasi mahasiswa yang memadai.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Australia yang lebih luas untuk memperkuat hubungan dengan Asia Tenggara dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih baik bagi mahasiswa secara keseluruhan.
Dalam wawancaranya dengan stasiun penyiaran nasional ABC, Assistant Minister for International Education, Hon Julian Hill MP menekankan bahwa Australia perlu, untuk kepentingan masa depannya, “terus mendatangkan mahasiswa terbaik dan paling berbakat dari negara-negara tetangga kita (di Asia Tenggara), agar mereka membawa sedikit bagian dari Australia dalam kehidupan mereka.”
Dengan adanya kabar baik ini, Australia tetap menjadi salah satu destinasi kuliah di luar negeri yang banyak dinimati pelajar. Berikut alasan mengapa kamu perlu mempertimbangkan kuliah di Australia:
Universitas-universitas di Australia dikenal secara global karena standar akademiknya yang tinggi, inovasi, reputasi dalam bidang penelitian, kualitas pengajaran, serta kesuksesan para lulusannya. Kamu bisa yakin bahwa kualitas pendidikan yang ditawarkan tetap unggul.
Kamu akan menjadi bagian dari lingkungan yang multikultural. Kuliah di Australia memberikan kesempatan untuk bertemu orang-orang dari berbagai negara, membuka perspektif baru, dan memperluas wawasanmu.
Melalui Graduate visa Australia, kamu mungkin bisa tinggal sementara di Australia setelah menyelesaikan studi untuk bekerja di negara tersebut dan memulai perjalanan kariermu. Hal ini bisa menjadi salah satu jalur untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional.
Jika kamu berencana menjadi bagian dari intake mahasiswa Australia 2027, ada baiknya mulai mempersiapkan diri sejak awal. Berikut ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
Cari tahu pilihanmu: Pertimbangkan universitas dan jurusan yang sesui untukmu, lalu catat jadwal intake-nya. Pastikan kamu memilih program yang sesuai dengan minat dan tujuan kariermu.
Ikuti perkembangan terbaru tentang visa pelajar Australia dan persyaratannya: Pahami biaya pengajuan visa, ketentuan yang berlaku, dan cara memanfaatkan peluang yang tersedia sebaik mungkin. Prosesnya bisa cukup rumit, jadi pastikan kamu mendapatkan bantuan dari konselor pendidikan untuk membimbing proses pengajuan visa.
Rencanakan strategi aplikasimu: Australia menerapkan sistem pengelolaan jumlah mahasiswa internasional baru yang memulai perkuliahan, bersamaan dengan prioritas dalam pemrosesan visa pelajar. Memulai proses lebih awal bisa membantumu menentukan pilihan institusi dan intake, serta mempersiapkan aplikasi dengan baik.
Tetap ikuti perkembangan terbaru: Kebijakan pemerintah bisa berubah kembali. Cek terus berita terbaru agar kamu dapat mengambil keputusan yang tepat untuk masa depanmu.
Jika semua ini terus membingungkan, jangan khawatir. Kamu bisa mengurus semuanya dengan lebih mudah dengan bantuan konselor IDP, yang memberikan bimbingan gratis dari awal sampai akhir.
Australia telah menyampaikan dengan jelas bahwa mereka ingin lebih banyak pelajar dari Asia Tenggara. Hill mengatakan, “kami ingin pelajar melihat Australia sebagai desitnasi yang menawarkan pendidikan berkualitas dan pengalaman belajar yang luar biasa.”
Hasil aplikasimu tetap bergantung pada pemenuhan persyaratan masuk universitas dan persyaratan visa pelajar Australia yang berlaku. Jika ingin memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin, mulai rencanakan dari sekarang dengan panduan dari orang-orang yang paling memahami sistemnya.
Biarkan konselor pendidikan IDP membantu kamu menemukan universitas yang tepat, mendapatkan tempat di universitas pilihanmu, dan mengurus visa. Semua layanan ini tersedia gratis.
Australia akan mempertahankan National Planning Level (NPL) sebanyak 295.000 mahasiswa internasional baru yang mulai kuliah di 2027, sama seperti pada 2026. Pemegang paspor negara ASEAN yang memenuhi syarat juga akan tetap membayar biaya pengajuan visa pelajar yang lebih rendah dibandingkan tarif umum yang telah diperbarui.
Tidak. National Planning Level sebanyak 295.000 bukan merupakan batas jumlah mahasiswa internasional yang bisa berkuliah di Australia. NPL digunakan untuk membantu menentukan prioritas dalam pemrosesan visa studi. Pelajar yang memenuhi persyaratan masuk universitas dan visa yang berlaku tetap bisa mengajukan visa.
Selain itu, pelajar dari Asia Tenggara akan dibebaskan dari pembatasan umum yang baru diumumkan terkait membawa anggota keluarga yang memenuhi syarat sebagai tanggungan pemegang visa pelajar dan visa lulusan.
Mulai 1 Juli 2026, biaya pengajuan visa pelajar secara umum naik menjadi AUD 2.500. Tapi, pemegang paspor negara ASEAN yang memenuhi syarat tetap membayar biaya terendah, yaitu AUD 2.050.
Untuk informasi lebih lanjut tentang pengajuan visa, baca panduan kami tentang persyaratan visa pelajar Australia.
Pemegang paspor dari negara-negara ASEAN bisa memperoleh biaya pengajuan visa studi yang lebih rendah, termasuk pelajar dari Indonesia, Kamboja, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Pastikan untuk cek biaya dan persyaratan terbaru sebelum mengajukan visa, karena ketentuain ini bisa berubah sewaktu-waktu.
Ya. Pelajar dari negara ASEAN akan dibebaskan dari pembatasan baru Australia terkait membawa anggota keluarga sebagai tanggungan pemegang visa pelajar internasional dan visa lulusan. Akan ada ketentuan visa khusus yang memungkinkan tanggungan, seperti pasangan atau anak, dari pelajar asal Asia Tenggara dan negara-negara Pasifik, serta pelajar dari program studi tertentu seperti PhD, untuk ikut ke Australia. Pastikan untuk memeriksa persyaratan terbaru sebelum mengajukan visa.
Mulailah lebih awal dengan mencari tahu tentang universitas dan jurusan yang tersedia, memeriksa persyaratan masuk, serta menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran. Kamu juga perlu memahami persyaratan visa pelajar, biaya, dan proses pengajuan visa terbaru sebelum mengajukannya.
Pelajari lebih lanjut tentang sistem pendidikan Australia dan pilihan studimu sebelum merencanakan pendaftaran.