Diterbitkan: 3/11/2026
New Zealand memiliki delapan universitas, dan semuanya masuk dalam QS World University Rankings. Bagi pelajar Indonesia yang mempertimbangkan untuk kuliah di luar negeri, Selandia Baru menawarkan kualifikasi yang diakui secara internasional, lingkungan studi yang aman dan ramah, serta peluang yang baik setelah lulus. Biaya kuliah untuk program doktoral sama dengan biaya yang dikenakan kepada mahasiswa domestik, jalur untuk bekerja setelah lulus telah diatur dengan jelas, dan Fee Paying Student Visa menawarkan jalur yang sudah mapan bagi pelajar internasional.
Namun, untuk bisa kuliah di sana, kamu perlu melalui beberapa tahapan secara berurutan, mulai dari memilih institusi yang tepat dan memenuhi persyaratan masuk hingga mengurus visa dan menyusun rencana setelah lulus. Baik kamu mempertimbangkan untuk mendapatkan gelar Sarjana maupun Magister di luar negeri, setiap tahap memiliki tenggat waktu dan hal-hal yang saling berkaitan. Semakin awal kamu memulai, semakin banyak pilihan yang tetap terbuka.
Proses pendaftaran universitas di New Zealand dapat dibagi menjadi tujuh langkah utama:
Pilih program studi, universitas, dan lokasi studimu.
Periksa persyaratan akademik dan kemampuan bahasa Inggris.
Periksa tanggal dan deadline pendaftaran.
Siapkan dokumen pendaftaran universitasmu.
Kirim pendaftaran universitasmu.
Terima dan tanggapi offer dari universitas.
Ajukan student visa New Zealand.
Memahami tahapan ini sebelum memulai dapat membantumu merencanakan proses pendaftaran berdasarkan deadline universitas dan visa.
Delapan universitas di New Zealand tersebar di berbagai kota utama, masing-masing dengan karakteristik yang berbeda:
Auckland merupakan kota terbesar, dengan pilihan program studi yang paling beragam dan koneksi industri yang kuat, tetapi juga memiliki biaya hidup tertinggi.
Wellington cocok bagi pelajar yang tertarik dengan sektor pemerintahan, seni, dan teknologi.
Christchurch menawarkan biaya hidup yang lebih rendah serta investasi infrastruktur yang cukup besar setelah satu dekade pembangunan kembali pascagempa.
Kota universitas yang lebih kecil seperti Dunedin dan Hamilton menawarkan lingkungan kampus yang lebih tenang, cocok bagi pelajar yang menyukainya.
Saat membandingkan lokasi, pertimbangkan:
Universitas dan program studi yang tersedia
Biaya kuliah
Akomodasi dan biaya hidup
Peluang kerja dan industri
Gaya hidup dan lingkungan kampus
Politeknik dan institusi pendidikan vokasi (VET) juga layak dipertimbangkan sebagai alternatif universitas, terutama untuk bidang seperti perhotelan, IT, pendidikan anak usia dini, dan konstruksi. Beberapa program ini memiliki jalur langsung menuju pekerjaan yang tercantum dalam Green List New Zealand, yaitu daftar pekerjaan yang sedang dibutuhkan pemerintah dan memiliki jalur menuju izin tinggal.
Universitas di New Zealand menilai pelamar internasional berdasarkan kualifikasi akademik, persyaratan khusus program studi, dan kemampuan berbahasa Inggris.
Persyaratan berbeda di setiap institusi dan program studi, jadi periksa persyaratan untuk setiap program yang sedang kamu pertimbangkan.
Untuk pendaftaran program sarjana, universitas di New Zealand umumnya menilai pendaftar dari Indonesia berdasarkan:
Kualifikasi SMA/MA
Kualifikasi internasional seperti IB atau Cambridge A Levels
Program foundation jika persyaratan masuk langsung belum terpenuhi
Pelajar yang memiliki kualifikasi Diploma (D3/D4) yang diakui dapat memperoleh transfer kredit ke program sarjana terkait.
Pendaftar program pascasarjana umumnya memerlukan gelar Sarjana (S1) yang diakui dari universitas Indonesia yang terakreditasi.
Kemampuan berbahasa Inggris dinilai melalui IELTS, TOEFL, atau PTE.
Persyaratan IELTS yang umum meliputi:
IELTS keseluruhan 6,0 untuk sebagian besar program sarjana
Skor yang lebih tinggi untuk Keperawatan, Pendidikan, dan Teknik
IELTS 6,5 atau lebih tinggi untuk banyak program pascasarjana dan jalur migrasi
Ada dua intake akademik di New Zealand setiap tahun:
Semester 1 (Februari hingga Juni)
Semester 2 (Juli hingga November)
Pendaftaran biasanya dibuka beberapa bulan sebelum setiap intake. Menyusun rencana dengan menghitung mundur dari tanggal mulai studi yang kamu targetkan merupakan cara yang paling praktis, sehingga kamu dapat menentukan seberapa awal kamu perlu mendaftar untuk kuliah di luar negeri.
Sebagai langkah awal, mulailah mencari informasi tentang program studi dan persyaratan masuk sekitar sembilan hingga dua belas bulan sebelum intake yang kamu tuju jika memungkinkan.
Waktu tersebut memberimu kesempatan lebih banyak untuk:
Membandingkan universitas dan program studi
Memeriksa persyaratan akademik
Menyelesaikan tes bahasa Inggris jika diperlukan
Menyiapkan dokumen pendukung
Mencari beasiswa
Mengirimkan pendaftaran universitas
Menanggapi offer yang kamu terima
Menyiapkan pengajuan visa pelajar
Selalu cek deadline resmi untuk program dan universitas pilihanmu karena setiap institusi di New Zealand memiliki timeline yang berbeda.[AM1]
Setelah menentukan pilihan program studi, siapkan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran universitasmu.
Transkrip akademik, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris jika diterbitkan dalam bahasa lain
Paspor yang masih berlaku
Hasil tes kemampuan bahasa Inggris (IELTS, TOEFL, atau PTE)
Statement of Purpose, jika diwajibkan oleh program studi
Surat referensi, jika diperlukan
Tergantung jenjang pendidikan dan program studi yang kamu pilih, universitas mungkin meminta dokumen pendukung tambahan.
Pendaftaran dilakukan langsung ke masing-masing universitas melalui portal online mereka, atau melalui agen pendidikan terdaftar seperti IDP.
Jika mendaftar langsung, prosesnya umumnya meliputi:
Membuat akun pelamar.
Memilih program studi dan intake yang kamu inginkan.
Memasukkan informasi pribadi dan akademik.
Mengunggah dokumen pendukung yang diperlukan.
Menyelesaikan persyaratan khusus program studi jika ada.
Mengirimkan pendaftaran untuk dinilai.
Sebelum mengirimkan pendaftaran, pastikan:
Informasi pribadimu sudah benar.
Kamu telah memilih program studi dan intake yang tepat.
Riwayat akademikmu sudah lengkap.
Semua dokumen yang diperlukan telah disertakan.
Kamu telah memenuhi persyaratan khusus program studi.
Kamu mengirimkan pendaftaran sebelum deadline yang berlaku.
Konselor IDP dapat membantumu membandingkan program studi, memahami persyaratan masuk, dan mempersiapkan pendaftaran ke institusi yang berpartisipasi.
Setelah pendaftaran dikirimkan, institusi akan menilai kualifikasi dan dokumen pendukungmu. Jika berhasil, kamu dapat menerima Letter of Offer yang bersifat conditional atau unconditional.
Terima Letter of Offer, baik yang bersyarat maupun tanpa syarat. Bagi pelajar yang menerima conditional offer, persyaratan dalam offer tersebut harus dipenuhi sebelum visa Selandia Baru dapat disetujui.
Conditional offer berarti kamu ditawarkan tempat dengan syarat harus memenuhi persyaratan tertentu, seperti:
Menyerahkan hasil akademik akhir
Memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris
Menyerahkan dokumen yang masih belum lengkap
Memenuhi persyaratan khusus program studi
Unconditional offer berarti kamu telah memenuhi persyaratan akademik institusi dan ditawarkan tempat tanpa persyaratan akademik tambahan.
Baca offer dengan teliti dan selesaikan langkah berikutnya yang diperlukan. Setelah memenuhi persyaratan offer, kamu perlu membayar deposit biaya kuliah yang diwajibkan untuk menerima Offer of Place.
Kamu kemudian dapat menggunakan Offer of Place untuk melanjutkan pengajuan Fee Paying Student Visa.
Selesaikan tahap tersebut sedini mungkin agar tersedia cukup waktu untuk mengajukan student visa sebelum program studimu dimulai.
Sebagian besar pelajar internasional yang mengikuti program studi penuh waktu masuk ke Selandia Baru dengan fee-paying student visa. Program studi yang berlangsung kurang dari tiga bulan mungkin tidak memerlukan visa, tetapi sebagian besar program gelar berlangsung lebih lama dari batas tersebut.
Biaya pengajuan saat ini meliputi:
Biaya pengajuan student visa: NZ$750 (sekitar Rp7,4 juta)
International Visitor Conservation and Tourism Levy (IVL): NZ$100 (sekitar Rp980.000)
Mulai Agustus 2025, pendaftar dari luar Selandia Baru mengajukan permohonan melalui sistem Immigration Online yang telah diperbarui, yang menawarkan pemrosesan lebih cepat dan pelacakan pengajuan secara real-time.
Letter of Acceptance dari institusi yang disetujui NZQA yang mencantumkan durasi dan biaya program studi
Bukti kemampuan finansial: NZ$20.000 (sekitar Rp196 juta) untuk satu tahun penuh, atau NZ$1.667 (sekitar Rp16,3 juta) per bulan
Paspor yang masih berlaku setidaknya tiga bulan setelah tanggal kepulangan yang direncanakan
Formulir pengajuan yang telah diisi dan bukti pembayaran biaya pengajuan
Tiket pulang atau bukti kemampuan untuk membelinya
Ajukan visa setidaknya tiga bulan sebelum tanggal keberangkatan. Untuk awal Semester 1 pada bulan Februari, artinya kamu perlu mengajukan permohonan pada bulan Oktober atau November.
Perencanaan keuangan sebaiknya dimulai sejak kamu masih mencari universitas.
Total anggaranmu perlu memperhitungkan biaya kuliah, akomodasi, makanan, transportasi, asuransi kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
Pelajar internasional dapat memperkirakan biaya kuliah di New Zealand dalam kisaran berikut:
Gelar Sarjana biasanya berkisar antara NZ$22.000 hingga NZ$30.000 (sekitar Rp216 juta–Rp294 juta) per tahun.
Program Magister umumnya berkisar antara NZ$25.000 hingga NZ$45.000 (sekitar Rp245 juta–Rp441 juta).
Biaya program doktoral menjadi pengecualian, karena mengikuti tarif mahasiswa domestik, saat ini sekitar NZ$6.500 hingga NZ$7.500 (sekitar Rp245 juta–Rp441 juta) per tahun.
Program doktoral tetap menjadi pilihan yang sangat menarik karena pelajar internasional yang memenuhi syarat untuk program PhD dapat membayar biaya kuliah dengan tarif yang sama seperti mahasiswa domestik.
Biaya hidup untuk pelajar di Selandia Baru membutuhkan sekitar NZ$20.000 hingga NZ$25.000 (Rp196 juta–Rp245 juta) per tahun, yang mencakup akomodasi, makanan, transportasi, dan asuransi kesehatan wajib. Perlu diingat bahwa Goods and Services Tax (GST) sebesar 15% berlaku untuk sebagian besar pembelian sehari-hari.
Beberapa universitas di New Zealand menawarkan beasiswa yang mungkin dapat diikuti oleh pelajar Indonesia, termasuk:
University of Auckland International Student Excellence Scholarship: Hingga NZ$10.000 (sekitar Rp98 juta)
Victoria University of Wellington Tongarewa Scholarship: Hingga NZ$15.000 (sekitar Rp147 juta)
AUT International Scholarships: Biasanya sebesar NZ$5.000–10.000 (sekitar Rp49 juta–Rp98 juta)
University of Otago International Scholarships: Tersedia bagi pelajar sarjana dan pascasarjana yang memenuhi syarat
Pelajar Indonesia juga dapat mempertimbangkan:
Beasiswa LPDP untuk program pascasarjana yang memenuhi syarat
Beasiswa dari Australia & New Zealand Banking Group (ANZ) atau perusahaan, jika tersedia
Beasiswa yang ditawarkan oleh yayasan atau perusahaan di Indonesia yang mendukung studi di luar negeri
Setelah tempatmu di universitas dan visa sudah siap, kamu dapat mempersiapkan akomodasi, pengaturan kerja, dan kehidupan sebagai pelajar di New Zealand.
Asrama kampus merupakan pilihan yang paling umum bagi mahasiswa tahun pertama untuk akomodasi pelajar di Selandia Baru. Homestay juga populer, salah satunya karena kode praktik pemerintah untuk pelajar internasional menetapkan standar yang wajib dipenuhi oleh keluarga tuan rumah. Sewa tempat tinggal pribadi tersedia di semua kota besar, dengan biaya yang jauh lebih rendah di luar Auckland.
Mulai November 2025, terdapat perubahan pada hak kerja bagi pelajar internasional yang memegang fee-paying visa di New Zealand. Pelajar dengan visa yang memenuhi syarat dapat bekerja hingga 25 jam per minggu selama masa perkuliahan, meningkat dari batas sebelumnya yaitu 20 jam. Pekerjaan penuh waktu diperbolehkan selama libur kuliah yang telah dijadwalkan. Untuk memenuhi syarat, program studi yang diikuti harus berlangsung setidaknya dua tahun akademik dan menghasilkan kualifikasi NZQCF Level 4 atau lebih tinggi.
Selain itu, pelajar program PhD dan Master by Research tidak memiliki batasan jam kerja di New Zealand.
Pelajar internasional yang memenuhi syarat mungkin memiliki kesempatan untuk tetap tinggal sementara di New Zealand untuk bekerja setelah menyelesaikan studi.
Pilihan imigrasi jangka panjang bergantung pada kualifikasi, pekerjaan, status employment, dan peraturan imigrasi yang berlaku saat kamu mengajukan.
Pelajar yang menyelesaikan kualifikasi Level 7 atau lebih tinggi, dengan setidaknya 30 minggu studi penuh waktu di New Zealand, dapat mengajukan Post-Study Work Visa. Pengajuan harus dilakukan dalam waktu 12 bulan setelah menyelesaikan kualifikasi. Tergantung pada bidang studi, kamu dapat memperoleh hak untuk bekerja hingga empat tahun setelah lulus.
New Zealand Green List mencantumkan pekerjaan yang dianggap dibutuhkan oleh pemerintah:
Pekerjaan Tier 1, yang mencakup beberapa spesialisasi di bidang kedokteran dan teknik, dapat memberikan jalur langsung menuju izin tinggal jika kamu memiliki tawaran pekerjaan dari pemberi kerja yang terakreditasi.
Pekerjaan Tier 2, termasuk guru sekolah menengah, perawat terdaftar, dan beberapa posisi di bidang konstruksi, memberikan jalur menuju izin tinggal setelah memiliki dua tahun pengalaman kerja yang relevan.
Bagi pelajar Indonesia yang mempertimbangkan peluang karier jangka panjang di Selandia Baru, memilih program studi yang sesuai dengan pekerjaan dalam Green List dapat meningkatkan peluang kerja di masa depan serta potensi jalur menuju izin tinggal. Banyak jalur migrasi terampil juga mensyaratkan skor IELTS minimal 6,5.
Bagi pelajar internasional yang berencana kuliah di New Zeland, menentukan waktu yang tepat untuk memilih universitas, memenuhi persyaratan masuk, dan mengajukan visa akan jauh lebih mudah dengan panduan dari pihak yang memahami sistemnya.
Book a free consultation bersama konsultan pendidikan IDP untuk memastikan persyaratan masuk, menyusun linimasa pendaftaran, dan mendapatkan saran yang sesuai dengan tujuan studimu hari ini.